Minggu, 01 November 2020

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR I RANGKAIAN PENYEARAH -Aminatussaadah

 

I.                   JUDUL           : RANGKAIAN PENYEARAH

II.                TUJUAN        :

1.    Setelah melakukan praktikum,praktikkan dapat mengidentifikasi bentuk gelombang Penyearah dari setengah Gelombang, Penyearah dari Gelombang Penuh ( 2 Dioda ), dan Penyearahdari Gelombang Sistem Jembatan dengan benar

2.    Setelah melakukan praktikum, praktikkan dapat menjelaskan proses terbentuknya gelombang Penyearah ½ Gelombang, Penyearah Gelombang Penuh ( 2 Dioda ), dan Penyearah Gelombang Sistem Jembatan dengan benar

 

III.             LANDASAN TEORI

Sebuah rangkaian yang mamu mengkonversikan tegangan AC menjadi DC disebut sebagai rangkaian penyearah (rectifier). Rangkaian penyearah tetap menghasilkan output selama berlangsungnya kedua siklus setengah gelombang, sehingga rangkaian ini efisien 100%. Rangkaian ini disebut sebagai rangkaian penyearah gelombang penuh.

Rangkaian penyearah digunakan dalam PSU-PSU dan didalam unit-unit catu daya lainnya untuk menghasilkan listrik DC dari unput teganagn rendah yang diberikan oleh trafo sumber (mains) PLN (Bishop, 2004: 58-59).

Penyearah yang paling sederhana adalah penyearah setengah gelombang, yaitu yang terdiri dari sebuah diode. Prinsip kerja penyearah setengah gelombang adalah bahwa pada saat sinyal input berupa siklus positif maka diode mendapat bias maju sehingga arus (i) mengalir kebeban (RL), dan sebaliknya bila sinyal input berupa siklus negative maka diode akan mendapat bias mundur sehingga tidak mengalir arus (Surjono, 2011: 27-28).

Kita dapat memperoleh penyearah gelombang penuh dengan dua cara. Cara pertama memerlukan transformator dengan sadapan pusat (enter tap-CT). penyearah ini disebut penyearah gelombang penuh. Cara lain untuk mendapatkan keluaran gelombang penuh adalah dengan menggunakan empat diode. Penyearah ini disebut penyearah jembatan.

Untuk penyearah jembatan, tampak transformator tak memerlukan adanya CT. bahkan bila diode yang digunakan mempunyai kemampuan tegangan yang cukup tanpa transformator pun penyearah ini dapat digunakan (Sutrisno, 198: 93-94).

Salah satu penerapan teknologi power transfer wireless adalah RF to DC Converter yang merupakan sistem penyearah energy gelombang elektromagnetik RF menjadi energy DC. Sistem penyearah ini dibangun oleh dua komponen utama yaitu antena sebagai penangkap energy RF diruang bebas dan penyearah sebagai pengubah gelombang RF menjadi DC.

Model penyearah energy RF selalu mengikuti perkembangan sesuai kebutuhan dan pencapaiannya dimana salah satunya adalah penyearah model Dickson (Dickson Models). Model penyearah yang dirancang adalah modifikasi model penyearah Dickson dimana pada sisi kontruksi rangkaian dasarnya diterapkan beberapa rangkaian pengganda tegangan yang disusun bertingkat sesuai hasil pengembangan modifikasi (Herdiana, 2014: 41).

Precilsion in processing of the input voltage signal is directly dependent on the manner in which ZCD is able toreliably detect the moment when the input signal changes the polarity. Unidirectional current flows through the load in either case, resulting in a full-wave rectified output. Depending on the derected sign of the input signal (practically by detecting the negative half-period of input processing signal), the position of the switch SW (two complementary MOS Transistors) can be determined. The control voltage signal, obtained on the output of the ZCD (Petrovic, 2017: 63).

 

IV.             ALAT DAN KOMPONEN

Alat dan bahan yang akan digunakan:

 

1.

Transformator Step Down Non CT

= 1 Unit

2.

Dioda Penyearah (2Ampere)

= 7 pcs

3.

Resistor 100 Ω

= 3 pcs

4.

Kapasitor 0.1

= 1 pcs

5.

Multimeter digital

= 1 unit

6.

Osiloskop

= 1 unit

7.

Breadboard

= 1 unit

8.

Kabel jumper

= secukupnya

 

V.                PROSEDUR PERCOBAAN

Penyearah ½ Gelombang

1.      Siapkanlah semua alat dan bahan-bahan yang diperlukan pada saat melaksanakan percobaan.

2.      Periksa  kembali semua alat dan bahan , pastikan semua dalam keadaan yang baik.

3.      Buatlah Rangkain seperti dibawah ini pada Project Board.

 

 

 

 

4.      Pada sisi primer transformator, berikan tegangan Suplly sebesar 220 V AC.

5.      Lakukan pengukuran tegangan pada sisi sekunder transformator dengan menggunakan multimeter. Kemudian catat hasil pada table kerja 4.1.

6.       Ukur tegangan pada hambatan RL (VRL)

7.       Hitung tegangan pada dioda dengan menghubungkan anoda dan katoda dengan multimeter.

8.       Amati  dan  gambarkan  bentuk  gelombang  keluaran  pada  hambatan  RL   dengan menggunakan osiloskop.

9.      Catat hasil pengamatan pada tabel kerja 4.1

 

 

Penyearah gelombang penuh

1.      Siapkan semua alat dan bahan yang diperlukan saat melaksanakan percobaan.

2.      Periksa kembali semua alat dan bahan , pastikan alat dan gahan dalam keadaan yang baik.

3.        Rangkialah seperti gambar dibawah ini di project board.

 

 

4.      Berikan tegangan Supply 220 V AC pada sisi primer transformator.

5.      Ukur tegangan pada sisi sekunder transformator dengan multimeter. Catat hasil pada tabel kerja 4.2.

6.      Ukur tegangan pada hambatan RL (VRL)

7.      Hitung tegangan pada dioda (D1 dan D2) dengan menghubungkan anoda dan katoda dengan multimeter.

8.      Amati dan gambarkan bentuk gelombang keluaran pada hambatan RL dengan menggunakan osiloskop.

9.      Catat hasil pengamatan pada tabel kerja 4.2

Penyearah Gelombang Sistem Jembatan

1.      Persiapkan semua peralatan dan bahan-bahan yang diperlukan saat melaksanakan percobaan.

2.      Periksa semua bahan dan peralatan, pastikan semua dalam kondisi yang baik.

3.      Buatlah rangkaian seperti gambar dibawah ini pada Project Board.

 

 

 

4.      Berikan tegangan Supply 220 V AC pada sisi primer transformator.

5.      Ukur tegangan pada sisi sekunder transformator dengan multimeter. Catat hasil pada table kerja 4.3!

6.      Ukur tegangan pada hambatan RL(VRL)

7.      Hitung tegangan pada dioda (D1, D2, D3, dan D4) dengan menghubungkan anoda dan katoda dengan multimeter.

8.      Amati dan gambarkan bentuk gelombang keluaran pada hambatan RL dengan menggunakan osiloskop.

 

VI.             DATA HASIL

Tabel 1.1 Penyearah ½ Gelombang

 

No.

Bentuk Gelombang

1.

12 V

11,45 V

6,42 V

 

2.

9 V

8 V

5,57 V

 

3.

6 V

5 V

3,87 V

 

Volt/Div          = 5

Time/Div         = 5

Tabel 1.2 Penyearah Gelombang Penuh

No.

Bentuk Gelombang

1.

12 V

11,09 V

12,18 V

12,18 V

 

 

Volt/Div          = 5

Time/Div         = 5

Tabel 1.3 Penyearah Gelombang Sistem Jembatan

No.

Bentuk Gelombang

1.

12 V

4,38 V

6,67 V

6,80 V

6,59 V

6,83 V

 

 

Volt/Div          = 5

Time/Div         = 5

 

VII.          PEMBAHASAN

Ketika diode disambungkan dimana kaki anodanya disambungkan kekutub positif dan katodanya disambungkan kekutub negative baterai, kita dapat mengatakan bahwa diode diberikan bias maju atau forward biased. Sebuah diode hanya akan menghantarkan arus listrik (menyalakan lampu) apabila diberi bias maju.

Ketika sebuah diode disambungkan dengan polaritas yang terbalik, dimana kaki katodanya disambungkan kekutub positif dan kaki anodanya disambungkan kekutub negative, kita dapat mengatakan bahwa diode diberikan bias mundur atau reverse biased. Sebuah diode tidak akan menghantarkan arus listrik (tidak menyalakan lampu) apabila diberi bias mundur.

Description: C:\Users\ASUS\Music\IMG_20191005_125931.jpg

Rangkaian ini merupakan bentuk gelombang penyearah yang menggunakan satu buah diode atau disebut rangkaian penyearah setengah gelombang. Sesuai dengan prinsip dasar diode, idealnya diode akan berfungsi seperti seutas kawat pada saat diberi bias maju dan berfungsi bagaikan saklar terbuka pada saat diberi bias mundur.

Description: C:\Users\ASUS\Music\IMG-20191009-WA0069.jpg

Pada rangkaian penyearah gelombang penuh semua siklus akan dimanfaatkan sebagai gelombang keluaran. Pada rangkaian penyearah setengah gelombang, siklus negative dari tegangan AC input dipotong atau tidak dimanfaatkan sama sekali. Sedangkan pada penyearah gelombang penuhsiklus negative dari sinyal input tetap diloloskan dengan menggunakan diode yang lain. Untuk prinsip kerjanya sama dengan rangkaian setengah gelombang, perbedaannya adalah penambahan 2 buah diode utnuk bisa meloloskan arus listrik dari kedua siklus.

Pada gambar, gelombang bagian atas adalah tegangan output sedangkan gelombang pada bagian bawah adalah tegangan AC input.

Description: C:\Users\ASUS\Documents\IMG-20191008-WA0060.jpg

Pada rangkaian penyearah jembatan menggunakan 4 buah diode yang disusun dalam rangkaian jembatan. Prinsip kerja rangkaian penyearah jembatan sama dengan prinsip kerja penyearah gelombang penuh (full wave rectifier).

 

VIII.       KESIMPULAN

1.      Pada penyearah setengah gelombang hanya dapat menyearahkan sinyal yang bernilai positif saja. Gelombang keluaran untuk penyearah setengah gelombang tidak memiliki lembah gelombang, sedangkan gelombang keluaran untuk penyearah gelombang penuh bagian lembah gelombangnya diubah menjadi bukit gelombang dan untuk penyearah gelombang sistem jembatan memiliki satu lembah dan satu bukit.

2.      Terbentuknya gelombang penyearah setengah gelombang, penyearah gelombang penuh (2 dioda) dan penyearah gelombang sistem jembatan, gelombang keluaran untuk penyearah gelombang tidak memiliki lembah karena diode dapat mengubah arus AC menjadi DC.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Bishop, Owen. (2004). Dasar-Dasar Elektronika. Jakarta :Erlangga

Herdiana, Budi., Wijanto, Heroe., Hidayat, Iswahyudi. (2014). Rangkaian penyearah RF ke DC bertingkat untuk multi frekuensi kerja pada sistem pengisian listrik secara Nirkabel. Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi, 14(2), 40-44.

Petrovic, Predrag B., Veskovic, Milan., Dukic, Slobodan. (2017). Voltage mode electronically tunable full-wave rectifier. Journal Of Electrical Engineering, 68(1), 61-67.

Surjono, Herman Dwi. (2011). Elektonika : Teori dan Penerapan. Yogyakarta : Cerdas Ulet Kreatif.

Sutrisno. (1986). Elektronika teori dasar dan penerapannya. Bandung : ITB

 

 

LAMPIRAN

1.             Lampiran Hitung

a). Penyearah ½ Gelombang

Percobaan 1

Ø  Volt / Div = 5 volt/div

Ø      Div = Vs .  =  = 2,4 volt

Ø      Vpp = Div .  = 2,4 x 5 = 12 volt

Ø      Vp =  =  = 6 volt

Ø  

Ø  

Percobaan 2

Ø  Volt / Div = 5 volt/div

Ø      Div = Vs .  =  = 1,8 volt

Ø      Vpp = Div .  = 1,8 x 5 = 9 volt

Ø      Vp =  =  = 4,5 volt

Ø  

Ø  

Percobaan 3

Ø  Volt / Div = 5 volt/div

Ø      Div = Vs .  =  = 1,2 volt

Ø      Vpp = Div .  = 1,2 x 5 = 6 volt

Ø      Vp =  =  = 3 volt

Ø  

Ø  

 

b). Penyearah Gelombang Penuh

Ø  Volt / Div = 5 volt/div

Ø      Div = Vs .  =  = 2,4 volt

Ø      Vpp = Div .  = 2,4 x 5 = 12 volt

Ø      Vp =  =  = 6 volt

Ø  

Ø  

Ø  

c). Gelombang Sistem Jembatan

Ø  Volt / Div = 5 volt/div

Ø      Div = Vs .  =  = 2,4 volt

Ø      Vpp = Div .  = 2,4 x 5 = 12 volt

Ø      Vp =  =  = 6 volt

Ø  

Ø  

Ø  

Ø  

Ø  

 

 

 

 

2.             Lampiran Gambar

 

Description: C:\Users\ASUS\Music\IMG_20191005_125936.jpg                                         Description: C:\Users\ASUS\Music\IMG_20191005_125931.jpg

Rangkaian Penyearah ½ Gelombang                         Bentuk Gelombang Penyearah ½            Gelombang

  Description: C:\Users\ASUS\Music\IMG-20191009-WA0078.jpg                                                         Description: C:\Users\ASUS\Music\IMG-20191009-WA0069.jpg  

Rangkaian penyearah                                                 Bentuk gelombang penyearah 

    gelombang penuh                                                             gelombang penuh                        

Description: C:\Users\ASUS\Music\IMG-20191009-WA0073.jpg                                        Description: C:\Users\ASUS\Documents\IMG-20191008-WA0060.jpg

     Rangkaian Penyearah                                          Bentuk gelombang penyearah

          Sistem Jembatan                                                    gelombang jembatan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR I TRANSISTOR SEBAGAI PENGUAT TEGANGAN -Aminatussaadah

  I.                    JUDUL            : TRANSISTOR SEBAGAI PENGUAT TEGANGAN II.                 TUJUAN 1.       Setelah melakukan pra...